- Home »
- Laporan Keuangan
Unknown
On Rabu, 27 November 2013
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah
catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja
perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Laporan perubahan ekuitas
- Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
- Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang
berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan
ekuitas.
Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba
rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi
keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba
rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut APB Statement No. 4 tujuan laporan keuangan
digolongkan sebagai berikut:
1. Tujuan Khusus
Tujuannya untuk menyajikan laporan posisi keuangan,
hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai
dengan GAAP.
2. Tujuan Umum
Tujuan umum adalah memberikan informasi yang
terpercaya tentang sumber-sumber ekonpmi, dan kewajiban perusahaan; memberikan
informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari
kegiatan usaha dalam mencari laba; menaksir informasi keuangan yang dapat
digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba;
mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.
3. Tujuan
Kualitatif
Tujuan kualitatif yang dirumusakan APB Statements No.
4 adalah :
a. Relevance
Memilih informasi yang benar-benar dapat membantu
pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Understandability
Informasi yang dipilih untuk disajikan bukan saja yang
penting tetapi juga harus informasi yang dimengerti para pemakainya.
c. Verifiability
Hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh pihak
lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
d. Neutrality
Laporan akuntansi itu netral terhadap pihak-pihak yang
berkepentingan.
e. Timeliness
Laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilan
keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
f. Comparability
Informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan,
artiya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan
maupun perusahaan lain.
g. Completeness
Informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup
semua kebutuhan yang layak dari para pemakai.
Jenis
Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa
jenis, tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan tersebut.
Masing- masing laporan keuangan memiliki arti sendiri dalam melihat kondisi
keuangan perusahaan, baik secara bagian, maupun secara keseluruhan. Namun,
dalam praktiknya perusahaan dituntut untuk menyusun beberapa jenis laporan
keuangan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, terutama untuk
kepentingan diri seniri maupun untuk kepentingan pihak lain. Penyusunan laporan
keuangan terkadang disesuikan juga dengan kondisi perubahan kebutuhan
perusahaan. Artinya jika tidak ada perubahan dalam laporan tersebut, tidak
perlu dibuat, sebagai contoh laporan perubahan modal atau laporan catatan atas
laporan keuangan. Atau dapat pula laporan keuangan dibuat hanya sekedar
tambahan, untuk memperkuat laporan yang sudah dibuat. Dalam prakteknya, secara
umum ada lima jenis laporan keuangan yang biasa disusun, yaitu :
- Neraca;
- Laporan Laba Rugi;
- Laporan Perubahan Modal;
- Laporan Arus Kas;
- Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan;
Neraca
(balance sheet) merupakan laporan yang menunjukkan posisi
keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Arti dari posisi keuangan
dimaksudkan adalah posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban
dan ekuitas) suatu perusahaan. Penyusunan komponen di dalam neraca
didasarkan pada tingkat likuiditas dan jatuh tempo. Artinya penyusunan komponen
neraca harus didasarkan likuiditasnya atau komponen yang paling mudah
dicairkan. Misalnya kas disusun lebuh dulu karena merupakan komponen yang
paling likuid dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya, kemudian bank dan
seterusnya. Sementara itu, berdasarkan jatuh tempo, yang menjadi pertimbangan
adalah jangka waktu, terutama untuk sisi pasiva. Contohnya untuk
kewajiban (utang) disusun dari yang paling pendek sampai yang paling panjang.
Misalnya pinjaman jangka pendek lebih dulu disajikan dan seterusnya yang lebih
panjang .
Laporan
laba rugi (income statement)
merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam
suatu periode tertentu. Dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan
dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Kemudian, juga tergambar jumlah
biaya dan jenis-jenis buaya yang dikeluarkan selam periode tertentu. Dari
jumlah pendapatan dan jumlah biaya ini terdapat selisih yang disebut laba atau
rugi. Jika jumah pendapatan lebih besar dari jumlah biaya, perusahaan dikatakan
laba. Sebaliknya bila jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah biaya,
perusahaan dikatakan rugi
Laporan
Perubahan Modal
merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada
saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan
sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan. Laporan perubahan modal
jarang dibuat bila tidak terjadi perubahan modal. Artinya laporan ini baru
dibuat bila memang ada perubahan modal.
Laporan
arus kas merupakan laporan yang
menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang
berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas. Laporan arus kas
harus disusun berdasarkan konsep kas selama periode laporan. Laporan kas
terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash out) selama periode
tertentu. Kas masuk terdiri uang yang masuk ke perusahaan, seperti hasil
penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan sejumlah
pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya, seperti pembayaran biaya operasiona
perusahaan.
Laporan
catatan atas laporan keuangan
merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang
memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen atau nilai dalam
laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan terlebih dahulu sehingga jelas.
Hal ini perlu dilakukan agar pihak-pihk yang berkepentingan tidak salah dalam
menfsirkannya.
Sebagai contoh laporan keuangan,
saya akan menjelaskan Laporan Keuangan Perusahaan Perseroan (Persero) PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas anak. Dimana laporan tersebut adalah
laporan keuangan konsolidasian beserta laporan auditor independen tanggal 31
Desember 2012 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dengan
angka perbandingan tanggal 31 Desember 2011 serta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal trsebut dan tanggal 1 Januari 2011. PT Telekomunikasi Indonesia
Tbk dan Entitas anak bergerak dibidang telekomunikasi.
Didalam
laporan keuangan tersebut memaparkan Laporan Laba Rugi Komprehensif konsolidasian
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dengan angka perbandingan
untuk tahun 2011 yang dinyatakan dalam milyaran rupiah. Diantaranya, laba usaha
tahun 2012 sebesar 25.698 dan tahun 2011 sebesar 21.958. Laba sebelum pajak
penghasilan tahun 2012 sebesar 24.228 dan tahun 2011 sebesar 20.857. Laba tahun
berjalan tahun 2012 sebesar 18.362 dan tahun 2011 sebesar 15.470. Laba per
saham dasar dan dilusian tahun 2011 sebesar 26.767,60 dan tahun 2012 sebesar
22.386,80
Untuk mendownload laporan keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia tahun 2012 klik disini
Ditulis Oleh : Unknown ~ Doraemon template
Diberdayakan oleh Blogger.